Senin, 25 November 2019

Danramil 01/Subah Berikan Pelatihan Pembuatan Jamban Kepada Warga Masyarakat


Kapten Inf. Sugito (Danramil 01/Subah Kodim 0736/Batang) Saat Menjadi Narasumber Dalam Pelatihan Pembuatn Jamban Leher Angsa






BATANG -Kplnewsmedia.blogspot.com- Kapten Inf. Sugito (Danramil 01/ Subah Kodim 0736/Batang) beserta jajaranya menjadi narasumber pelatihan pembuatan jamban leher angsa, yang di selenggarakan kelurahan sambong kecamatan batang, senin 25/11/2019.    

Kapten Inf. Sugito selaku narasumber dalam kesempatan tersebut mengatakan; Sebelumnya pelatihan ini telah sukses diberikan kepada warga saat kegiatan TMMD di Kecamatan Subah yakni Desa Duren Ombo yang berjalan melalui kelompok masyarakat, pemuda dan TP PKK desa setempat.

Makanya kita akan menerobos desa-desa lain, sesuai yang diminta Dinas Kesehatan (Dinkes). Setelah dari Sambong, kita akan mencoba ke Kecamatan Limpung, Bawang dan Gringsing.

Proses pembuatannya sederhana, karena bahan-bahannya mudah didapat. 

Masyarakat cukup menyiapkan semen, pasir, closed leher angsa, tempat ayakan, sedikit oli untuk melicinkan cetakan. 

Dengan biaya yang sangat efisien kita mencoba berinovasi, mengajari masyarakat bisa membuat dengan kualitas yang sama hanya seharga Rp30.000,-.


Warga Masyarakat Kelurahan Sambong Mempraktekan Pembuatan Jamban Leher Angsa





Henry Dunanto (Lurah Sambong) dalam kesempatan yang sama mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan pelatihan pembuatan jamban yang dimotori oleh Danramil Subah. 

Terlebih untuk mendukung cita-cita Bupati Batang Wihaji yang mengharapkan agar tahun 2020, seluruh wilayah bebas dari BAB Sembarangan.

Melalui Dana Kelurahan, kita salurkan untuk pelatihan pembuatan jamban, karena di Sambong masih ada 49 kepala keluarga (kk) yang belum menggunakan jamban yang sesuai standar. Tujuannya supaya warga Sambong tahun 2020 bebas dari BAB Sembarangan.

Sementara  menurut Bachtiar ( Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Batang), dalam kesempatan yang sama menyampaikan;  berdasarkan informasi sebanyak 49 kk masih melakukan BAB Sembarangan, sehingga membuat lingkungan tidak sehat.

Tinja itu tidak dibuang di septitank, tapi dibuang di tempat terbuka. Lha yang kita temukan dari 49 kk ini, semua tinja dialirkan ke sungai, meskipun dia di rumah punya jamban, namun saluran pipanya dialirkan ke sungai. Sampai saat ini di Kabupaten Batang baru terdapat 60 desa yang bebas BAB Sembarangan. 

Di antaranya Desa Kecepak, Kalisalak dan Warungasem.

Dan yang paling berat, wilayah yang masih banyak buang air besar sembarangan adalah wilayah Kecamatan Bawang yang dialiri sungai.

Mengubah pola pikir masyarakat memang tidak mudah, tetapi Dinas Kesehatan bersama TNI berupaya memberikan pemahaman bahwa BAB Sembarangan akan berdampak buruk bagi kesehatan keluarga dan warga sekitar.


Pemaparan Sekaligis Pendamdingan Proses Pembuatan Jamban Leher Angsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar