Kamis, 10 Oktober 2019

Bina Lansia Di Kampung KB Sodong


Kunjungan Bupati Wihaji Pada Kegiatan Bina Lansia Di Kampung KB Sodong



Batang -Kplnewsmedia- Pada kunjungan dan pengukuhan kampung KB Desa Sodong, Bupati Wihaji Juga mengunjungi kegiatan bina lansia yang ada di kampung KB, rabu 9/10/19.                  

Menjadi orang  lanjut usai ( lansia) merupakan sebuah keniscayaan karena semua orang akan menjadi tua, tetapi jadilah lansia yang sehat dan produktif. 

Seperti orang lansia Desa Sodong Kecamatan Wonotunggal, masyarakat lansia menyempatkan waktu senggangnya untuk membuat mainan minatur wayang dan membuat kerajinan tampah dan cething bambu. 

Masyarakat lansia  Desa Sodong  luarpara biasa, mereka masih sehat kuat dan tangguh serta prosuktif membuat kerajinan miniatur wayang yang dibuat dari sisa bahan anyaman bambu.

Biasanya jika dijual, anyaman bambu ini dijual sekitar Rp3 Ribu per biji, kalau tampah dan bakul dijual kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.

Untuk  Kerajinan anyaman miniatur wayang dijual kepada anak-anak di sekitarnya atau untuk mainan cucu-cucu mereka lanjutnya, Tak hanya anyaman miniatur sebagian mereka juga menjadi pengrajin anyaman bambu yang menjual aneka produk anyaman bambu. 

Melihat semangat para lansia tersebut dalam menganyam, membuat Wihaji dan istrinya, Uni Kuslantasih turut penasaran. 

Tak hanya memborong karya para lansia tersebut, Wihaji dan Uni juga turut mengikuti kursus singkat membuat miniatur anyaman tersebut dari salah satu pengrajin, Kasba'i (80). 

Meski terlihat mudah, ternyata membuat miniatur wayang dari anyaman bambu cukup sulit. 

Terlebih karena sudah terbiasa Kasba'i mempraktekkannya dengam cepat, sehingga Wihaji dan Uni harus menyesuaikan dengan kecepat Kasba'i. 

Meski sempat tertinggal, Wihaji dengan luwes mampu mempercepat karyanya mengikuti ritme Kasba'i. Dan kurang dari tiga puluh menit, satu miniatur wayang tersebut berhasil diselesaikan bapak tiga anak ini.

Setelah menyelesaikan wayangnya, ia semakin mengapresiasi semangat para lansia yang masih rajin menganyam. Menurutku meski hasilnya tidak seberapa namun insyaallah hasilnya berkah. 

Susah juga ya buat dapat uang Rp3 Ribu dengan buat ini. Tapi saya yakin ini ke depan bisa lebih nerkah rezeki dari para lansia yang ada di sini. 

Meski sudah berumur mereka tetap produktif, mungkin karena inilah angka harapan hidup di sinj tinggi, tadi ada beberapa yang sudah sepuh lebih dari 80 tahun tapi masih sehat.

Menurutnya karya miniatur wayang ini juga punya potensi pasar yang menjanjikan jika bisa digarap dengan serius. Ke depan pihaknya akan berusaha mensupport agar bisa ada inovasi dari pengembangan produk anyaman dari para lansia ini. 

Salah satu lansia, Kasba'i mengaku senang karena di usia senjanya masih bisa produktif. 

Biasanya karya wayangnya dibeli oleh anak-anak sekitar rumahnya untuk dijadikan mainan. 

Sedangkan untuk hasil anyaman lainnya ia jual ke pasar-pasar terdekat. 

Untuk tampah dan bakul dijual ke pasar-pasar, harganya macam-macam ada yang 20-30 Ribu. 

Kalau sedang luang biasanya sehari bisa membuat satu tampah, nah sisa sampah bambunya saya buat anyaman wayang untuk dijadikan mainan Biasanya saya jual Rp3 Ribu per biji.

Bupati Wihaji Mencoba Membuat Kerajain Dari Bahan Bamabu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar