Senin, 28 Oktober 2019

Batang Memiliki Desa Percontohan Anti Politik Uang


Agung Wisnu Barata (Kepala Dispermades Kab.Batang) Saat Memberikan Sambutan Dalam Rakor Dengan Mitra Kerja




Batang -kplnewsmedia.blogspot.com-  Geliat pelaksanaan pesta demokrasi sehat tanpa politik uang susah mulai ada di wilayah kabupaten batang, hal tersebut bisa dilihat dari adanya desa percontohan, setidaknya itu bisa menjadi embrio pelaksanaan pesta demokarasi yang sehat,bermartabat, dan tentunya anti money politk, kedepannya di wilayah kabupaten Batang.

Keseriusan pemkab tersebut di tindaklanjuti oleh mitra Pemkab dari lembaga pengawas pemilu yaitu; Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu Batang) kabupaten Batang, dengan membentuk tiga desa Pengawasan dan tiga desa anti politik uang. 

Tiga desa tersebut yakni;  Desa Bismo  Kecamatan Blado, Desa Kalisari Kecamatan Reban dan Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal Untuk desa percontohan Pengawasan. 

Adapun desa percontohan anti politik uang meliputi Desa Sodong  Kecamatan Wonotunggal, Desa kemiri Barat Kecamatan Subah, Desa Kepuh Kecamatan Limpung. 

Ditetapkanya desa Pengawas dan desa anti money politik berdasarkan track record yang telah melaksanakan pilkades tanpa politik uang, dan riset kami untuk melihat keasliannya, budaya dan karakter masyarakat desaanya, jelas Ketua Bawaslu Kabupaten Batang Achmad Suharto  Senin ( 28/10/2019).  

Enam desa yang kita bentuk sebagai desa Pengawas dan desa anti politik di harapkan menjadi  desa pelopor di Kabupaten Batang lanjutnya, sehingga kedepan bisa lebih banyak lagi.

Rencanaya enam desa tersebut kita launching bulan November 2019,
kita bentuk desa pengawas dan anti money politik tersebut bukan hanya formalitas saja, tapi terus berkelanjutan secara periodik untuk membangun posko pengawasan dan posko anti politik yang secara kontinu melakukan kegiatan di desa," jelas Achmad Suharto usai Rakor Mitra Kerja di Hotel Dewi Ratih Batang 
Sementara Kepala  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Agung Wisnu Barata mengatakan, Dispermades telah merekomendasikan 30 desa yang telah melaksnakan pilkades tanpa politik uang pada 29 September yang lalu, namun yang yang masuk enam desa untuk memberikan warna dieven pemilu yang lain. 

Ini luar biasa langkah terobosan Bawaslu dalam pengawasnya sampai  kedes masyarakat desa, selain mendapatkan rewads mereka mendapatkan sosialisasi pemahaman tentang pengawasan dan anti politik uang untuk merubah pola pikir masyarakat, jelas Agung Wisnu Barata. 

Ia juga meminta kepada pemegang kebijakan di Kabupaten Batang untuk memberikan reward kepada desa percontohan, hal ini agar desa lain tertarik bahwa tanpa politik uang desanya lebih makmur dan pemerintah lebih membwrikan perhatian khusus.

Pemkab Batang (Dispermades Batang) Dan Bawaslu Batang Dalam Rangka Rakor Mitra Kerja 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar