Rabu, 16 Oktober 2019

Antara Potensi Surplus Listrik Dan Pemadaman Listrik


Dr.H.Wihaji,S.Ag,.M.Pd (Bupati Batang) Bersama Manager PLN Pekalongan 



Batang-Kplnewsmedia-  Pemerintah daerah kabupaten Batang (Pemdakab Batang) menggelar kegiatan multi steakholder forum PLN, yang bertempat di pendopo kantor Bupati Batang, rabu 16/10/19.  

Dr.H.Wihaji,S.Ag,.M.Pd (Bupati Batang) dalam kesempatan tersebut menyampaikan; Energi listrik sekarang menjadi kebutuhan primer masyarakat, karena kegitan keseharian manusia tidak lepas dan bahkan sangat ketergantuangan dengan listrik. 
Dengan adanya pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU 2x1000 MW yang ada di Batang yang rencananya beroperasi tahun depan, maka kebutuhan listrik di Kabupaten Batang mengalami surplus. 

Listrik di Batang mengalami surplus, maka di Batang tidak boleh mati kecuali gangguan. 

PLN adalah BUMN ( Badan Usaha Milik Negara ) yang tentu tidak hanya bisnis semata tapi ada kewajiban lain yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat kurangmampu. 

Di Batang ada 193 ribu KK  dengan pelanggan rumah tangga lebih dari KK sehingga punya tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Batang. 

Pemkab Batang miliki program menciptkan 1000 wirausaha dan progrma investasi dan pariwisata, maka kami minta CSR PLN bersinergi dengan Pemkab agar programnya bisa terlihat mata, seperti program wisata Pandansari yang sudah mendapat CSR PLN. 

Tahun depan Pemkab Batang sudah start sebagai tahun industri lanjutnya, maka membutuhkan ketersediaan listrik yang cukup besar, dan untuk mendukung program visit to Batang 2022 maka kita canangkan Batang germerlap lampu. 

Saya minta ada layanan cepat gangguan listrik, sehingga ketika ada gangguan listrik mati ataupun gangguan lainya dapat cepat tertangani, karena kalau berlarut masyarkat akan mendapatkan kerugian.

Manjer PLN Pekalongan Joko Hadi Hidayah mengatakan, informasi-informasi yang membawahi khususnya yang ada informasi yang disampaikan bahwa Di Kabupaten Batang yang menggunkan energi listrik PLN untuk Perusahaan ada 195, hotel 5, rumah sakit 5, kampus 2. 

Sesuai data per Agustus 2019 pelanggan di Kabupaten Batang mencapai 216.667 pelanggan, daya tersambung 273.955.775 VA. Kwh yang terjual 45.045.239 kwh, pendaparan Rp 47.122.218.609 untuk pajak penerangan jalan umum ( PPJU) Rp 21.272.028.192.

Disampaikan juga bahwa kontribusi pendapatan asli daerah dari sektor PPJU Kabupaten Batang setiap tahunya mengalami kenaikan, yakni di tahun 2017 - 2018 naik 15 persen, dan untuk tahun 2018-2019 diperkirakan naik 12 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar